Jumat, 16 November 2012

Cerpen Persahabatan : Senang Dan Duka


Nama aku adalah dafi. aku adalah seorang anak kilang minyak yang kaya raya. hidup ku mewah. apa pun yang ku mau pasti dapat. tapi kalo masalah teman atau sahabat aku gak dapat. karena apa. aku tidak punya teman atau sahabat di sisiku. karena aku orang nya pendiam. jutek.

Waktu itu aku sekolah di sebuah Smk swasta. waktu mos aku dapat teman tapi cuman sementara karena aku pendiam. susah untuk bergaul. 2 jam setelah mos aku pun mendapat kelas baru bersama anak-anak lain nya. waktu itu ada orang mendekati aku. nama nya alif. dia anak kurang mampu tapi dia banyak sahabat waktu MOS. dia mendekati aku karena dia kasihan sama aku. karena aku tidak punya teman. dia mendekati aku dengan memberikan aku makanan. aku pun awal nya sombong tapi karena dia memaksa akhirnya aku pun mau menerima makanan dari nya. aku pun mulai berteman dengan nya.

Keesokan nya aku diajak kerumah nya. dia anak yatim. ayah nya meninggal karena sakit stroke. mau bawa kerumah sakit itu pun dia gak punya uang buat ke rumah sakit. akhirnya ayah nya dirawat dirumah. seminggu kemudian penyakit ayah nya kambuh lagi dan penyakit nya makin parah. akhirnya ayah alif dipanggil oleh yang maha kuasa. alif pun tak percaya ayah nya pergi untuk selamanya.

Seminggu setelah ayah nya meninggal. dia pun menggantikan posisi ayah nya sebagai kepala keluarga dan tulang punggung bagi keluarga nya. dia punya adik perempuan nama nya aisyah. dia kelas 2 SD. aisyah pun membantu ibu nya untuk berjualan gorengan. itu pun kadang laris manis kadang tidak. si alif sesudah pulang sekolah dia pun pergi ke sebuah pasar untuk mencari nafkah buat dia dan keluarga nya dirumah. sehari-hari dia jadi kuli panggul. aku pun menangis melihat kondisi rumah nya yang plafon nya sudah bolong. cat dinding rumah sudah kusam. pekerjaan ibu nya adalah jadi tukang cuci. setiap hari dia mendapat kan order pakaian dari tetangga nya. dalam sehari penghasilan cuci pakaian dari ibu nya hanya tak seberapa hanya 10 ribu sampai 40 ribu rupiah. kadang itu bisa buat untuk makan saja. alif pun tidak pernah meminta apa-apa dari ibu nya. untuk uang sekolah, saku, dll alif bisa mendapat kan uang nya hasil dari kuli panggul nya di pasar.

Sebenar nya aku mau membantu nya tetapi dia menolak dengan halus. alasan nya karena segan saja sama aku.. hari minggu aku pun kerumah nya untuk membantu nya bekerja dipasar. awal nya dia menolak untuk bekerja dengan nya. namun aku ngotot untuk bekerja dengan nya. akhir nya dia pun menerima juga. dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore aku menolong nya. awal nya berat mengangkat beban yang ku bawa karena mengikuti sebagai kuli panggul. tapi ku coba untuk bisa. akhirnya aku bisa mengangkat barang-barang punya pelanggan alif. akhirnya kami berdua mendapat kan uang 60 ribu rupiah. dia memberiku uang tapi aku tolak “fi ini untuk mu karena kamu udah nolong aku” aku pun menjawab “gak usah lah kan itu kan untuk mu. aku udah ada uang ku sendiri. itu untuk mu aja kan kamu butuh uang buat sekolah” akhir nya dia menyimpan uang nya dalam saku.

Jam 5.30 sore kami beruda pulang kerumah alif. uang tersebut di berikan untuk ibu nya untuk beli beras dan lauk pauk. dihari senin pagi aku pun berangkat ke sekolah. aku menjemput nya dirumah dengan membawa mobil. “lif ayo lah naik ke mobil aku kita pergi sama-sama” kata alif “gak usah lah aku jalan kaki saja” aku pun berkata “ehhh nanti kesiangan loh udah jam 7 pas ini.” “ya udah deh aku ikut sama kamu” kata alif “dah gitu dong kita pergi pulang sama-sama karena sekarang aku punya teman special kayak kamu. tegar baik.

Akhirnya kami sampai disekolah dan pelajaran pun dimuali oleh guru.jam istirahat aku pun mengajak dia ke kantin. “lif ke kantin yuk laper nih” alif pun pergi ke perpustakaan “gak ah fi aku ke perpus aja aku mau baca. ohh ya udah deh aku belikan kamu makanan ya. aku pun membelikan makanan minuman untuk ku dan alif. aku pun menemui nya dan mengajak nya ke taman buat makan sambil membaca. “lif dimakan lah makanan nya ntar gak enak loh” alif pun berkata “lanjut lah fi aku gak laper kok” “ehh nanti sakit loh” aku pun memaksa nya karena perut alif bunyi “haa perut kamu bunyi tuh berarti paler tuh dah ambil aja gak apa-apa kok. kamu mau apa ku kasih” akhirnya alif pun mengambil makanan dari ku.

Selang waktu istirahat bel masuk pun bunyi. “ehh masuk yuk nanti pulanng nya sama aku ya lif” kata alif “iya fi aku pulang sama kamu” selang 4 jam berlalu bel pulang pun berbunyi aku menunggu nya di parkiran .lif ayo pulang” lalu alif mau menurut permintaan aku. aku pun mengajak nya ke suatu tempat yang tidak pernah bisa dilupakan. “lohh nih kmana nih fi kok ini bukan jalan pulang?” aku menjawab “udah aku mau ajak kamu ke suatu tempat yang tidak bisa dihapus oleh waktu. aku menagajak nya ke danau yang indah. kami berdua keluar dari mobil dan duduk di depan mobil sambil membawa sisa makanan yang dibeli dari sekolah. “lif semenjak aku kenalan sama kamu hidup sekarang udah gak kelam lagi. karena aku punya sahabat seperti mu menerima aku apa ada nya. yaa aku dibilang jutek, sombong, nyebelin tapi kamu mau jadi sahabat aku. aku kemarin kerumah kamu dan aku bisa merasakan bagaimana susah nya cari uang, makan, buat biaya sekolah kamu.”

Aku menangis dihadapan nya alif pun menghapus air mata di pipi ku. “udah lah fi itu kan udah nasib aku jadi anak yatim. cari uang buat ibu aku dan adik aku, buat sekolah aku. yang jelas aku menggangap mu sahabat bahkan saudara ku sendiri. aku pun melukai jari ku dan jari nya. darah nya dan darah ku menyatu dalam satu jari sebagai sahabat dan saudara. kami pun menangis bahagia seakan-akan ini sebuah mukjizat. kami pun peluk hangat karena bahagia menjadi sahabat.

susah senang kami jalani bersama sama

0 komentar:

Poskan Komentar